Kamis, 16 Juni 2016

Kuliah atau Kerja ???


Kuliah atau kerja ?
Oleh : Ayusandra Rahmadhani



Setelah lulus dari SMA pastinya setiap orang akan mendapatkan pertanyaan mengenai kelanjutan hidupnya setelah masa-masa SMAnya usai, salah satunya pertanyaan mengenai kuliah atau kerja? Terkadang disitulah titik dimana kita harus berfikir dan memutuskan pilihan untuk kedepannya yang terbaik. Banyak orang berpendapat kalau kita kuliah nantinya kita akan mudah mendapatkan pekerjaan tapi tidak bisa dipungkiri kalau kita tinggal di Indonesia yang mana Negara kita ini masih terdapat banyak sekali orang yang beluum mendapatkan pekerjaan meskipun lulusan diploma ataupun sarjana. Sebenarnya, pilihan hidup tersebut mengarahkan kembali pada diri kita bagaimana cara pandang kita tentang kuliah baru kerja, ataupun kerja tanpa kuliah terlebih dahulu, karena bukan kuliah atau kerja yang membuat kita sukses namun yang lebih utamanya yaitu keyakinan dan keinginan dalam diri kita sendiri, kita bisa saja kuliah setinggi tingginya dengan menghabiskan biaya yang besar, tapi apakah setelah kita lulus kuliah kita akan berdiam diri saja dengan gelar dibelakang nama kita, pastinya tujuan orang untuk kuliah itu ya untuk bekerja dan ujung-ujung nya untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki selain disamping itu kuliah memberikan pengalaman dan ilmu yang banyak dalam meghadapi lika liku hidup yang sebenarnya.
Bagaimana jika langsung bekerja??? Tak sedikit orang memilih untuk lanjut bekerja setelah lulus dari SMA atau sederajat, hal ini diakui oleh beberapa orang yang berpendapat kalau kuliah itu tidak penting yang penting sekarang adalah mencari uang dengan cara bekerja, Nah pendapat tersebut bisa kita akui juga karena memang benar dengan bekerja itu selain kita mendapatkan penghasilan kita juga mendapat ilmu yang paling berharga dan hanya bisa dialami oleh kita sendiri saja, tapi harus kita akui juga kalau di dunia ini banyak yang sukses meskipun hanya lulusan SMA tapi banyak yang pengangguran meskipun lulusan sarjana, Nah dari hal tersebut kita bisa pelajari dan kita ambil suatu pelajaran hidup yaitu kuliah atau kerja sama saja tapi untuk sukses butuh perjuangan dan kerja keras yang giat baik jalan sukses kita dengan cara bekerja atau dengan cara kuliah terlebih dahulu baru bekerja. Nah sekarang timbul pertanyaan kalau kerja sambil kuliah bisa ga??" nah, jelas untuk pertanyaan ini kita akan menjawab "bisa".
Banyak institusi-institusi yang menyediakan kuliah untuk pegawai-pegawai. Atau pekerjaan-pekerjaan part time atau paruh waktu untuk mahasiswa-mahasiswa yang ingin bekerja. Jadi sambil kita bekerja untuk mendapat pengalaman juga mendapatkan ilmu lebih dari kuliah. Memang sulit untuk dilakukan, tapi dengan niat yang besar kita dapat menyelesaikan kuliah tanpa mengganggu pekerjaan, dan secara otomatis kita akan mendapatkan setidaknya pendidikan dan ijazah yang lebih tinggi dari sekedar pendidikan dan ijazah SMA. Apapun yang menjadi pilihan hidup kita, akan membuat suatu jalan kedepan. jadi pilihlah dengan sebaik-baiknya jika memang tidak ingin rugi. Jika ingin kuliah, carilah program studi yang memang memiliki kesempatan kerja tinggi dan cocok dengan diri kita. Dan jika kita ingin bekerja usahakanlah agar kerjaan yang dipilih dapat membuat kita memiliki banyak pengalaman dan terus membuat kita berkembang dan bisa bersaing dengan yang lain.




Sabtu, 21 Mei 2016

Kenapa harus diinfus???

HALLO GUYYYSSSS!!!!!

gimana nih kabarnya sekarang ? mendekati bulan ramadhan yang sebentar lagi jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan keseimbangan cairan tubuh yaaa, BTW... berbicara mengenai cairan tubuh , kalau orang yang lagi sakit itu tentunya memenuhi cairan tubuh lewat apa sih? nah mau tau? Ternyata orang yang lagi sakit itu asupan cairan tubuhnya lewat infus ? taukan infus ? yang disuntik suntik gituu hihi... yuk baca selengkapnya tentang infus
tapi.. sebelum ke pembahasan infusnya langsung kita harus tau kalo infus itu ternyata salah satu pemberian obat yang melewati parenteral, Nah apa sih pparenteral itu? dan ada apa aja hal" mengenai parenteral itu? yuuukk kita simak !!!
Sediaan parenteral merupakan sediaan steril. Sediaan ini diberikan melalui beberapa rute pemberian, yaitu Intra Vena (IV), Intra Muskular (IM), Subcutaneus (SC), dan Intra Cutaneus (IC). Obat yang diberikan secara parenteral akan di absorbsi lebih banyak dan bereaksi lebih cepat dibandingkan dengan obat yang diberikan secara topical atau oral. Perlu juga diketahui bahwa pemberian obat parenteral dapat menyebabkan resiko infeksi. Resiko infeksi dapat terjadi bila bidan tidak memperhatikan dan melakukan tekhnik aseptik dan antiseptik pada saat pemberian obat. Pemberian injeksi memberi peluang pada bidan untuk mengalami cedera akibat masukan jarum dan kontak dengan darah. Jarum suntik yang sudah dipakai tidak boleh di tutup kembali, kecuali jika menggunakan teknik satu tangan atau peralatan spesifik, dan benda-benda tajam harus dibuang dengan benar di kotak khusus benda tajam.

Nah demikian sedikit ulasan dari saya mengenai parenteral untuk bahasan infusnya bisa disimak nanti di postingan berikutnya, ooohh yaaa guys jangan lupa like and share juga yaa postingannya, semoga bermanfaat !!!!! salam sehat semuanyaa




Kamis, 12 Mei 2016

SAP Pentingnya ANC

SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA KUNJUNGAN KEHAMILAN

Diajukan,
untuk memenuhi salah satu tugas Komunikasi dalam praktik kebidanan
Pembimbing : Dewi Hanifah M.Keb
Penyusun : Ayusandra Rahmadhani
NIM : 32722401D15008




PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KOTA SUKABUMI
2015-2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan      : Pentingnya Kunjungan Kehamilan
Sasaran                : Masyarakat pra nikah dan masa kehamilan
Hari/tanggal          : Jum’at , 13  Mei 2016
Waktu Pertemuan  : 30 Menit
Tempat                 : Ruang 1B D3 Kebidanan
Pemberi Materi      : Ayusandra Rahmadhani


A.   Latar Belakang
Kematian ibu merupakan masalah besar bagi negara berkembang tentunya dinega Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih minim dan memerlukan perbaikan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu.Pengawasan antenatal atau yang sering disebut pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk menyiapkan baik fisik maupun mental ibu di dalam masa kehamilan dan kelahiran serta menemukan kelainan dalam kehamilan dalam waktu dini sehingga dapat diobati secepatnya. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian baik ibu maupun janin.
Oleh karena itu pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil merupakan hal yang sangat penting selain sebagai deteksi dini keadaan janin dan ibu juga, guna sebagai upaya untuk meminimalisir kematiann bayi yang diakibatkan oleh kurang aktifnya ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.







B.  Tujuan
1.      Tujuan Umum
Setelah penyuluhan ini diharapkan peserta dapat memahami tentang pentingnya pemeriksaan pada ibu hamil.
2.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu:
1.      Menyebutkan pemeriksaan kehamilan
2.      Menyebutkan manfaat pemeriksaan kehamilan
3.      Menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan
4.      Menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO

C.  Pelaksanaan Kegiatan
1.      Topik atau Judul Kegiatan :
Penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan  kehamilan/ ANC
2.      Sasaran atau Target :
Mahasiswa 1B D3 Kebidanan
3.          Metode :
-       Presentasi
-       Tanya jawab
4.      Media dan Alat Bantu Penyuluhan
-       plifchart / poster
-       Leaflet
5.      Waktu dan Tempat
-       Waktu       : Pukul 08.00 – selesai 
-       Tempat      : Kampus 1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kota Sukabumi

6.      Pengorganisasian
-       Pembimbing Lapangan     : Dewi Hanifah  M. Keb
-       Penyuluh                           : Ayusandra Rahmadhani
Pengorganisasian dan fungsi uraian tugas:

Penyuluh, berperan sebagai:
-           Memperkenalkan diri 
-           Mengontrak waktu
-           Menjelaskan tujuan penyuluhan
-          Membacakan isi penyuluhan
-          Menjawab pertanyaan audiens saat proses penyuluhan
-           Mengevaluasi audiens berdasarkan pokok pembahasan yang telah diberikan












Kegiatan Penyuluhan
No
Waktu
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Audiens
1.
5 menit
Pembukaan
-         Mengucapkan salam
-         Memperkenalkan diri
-         Menjelaskan tujuan penyuluhan
-         Kontrak waktu
-         Menjawab salam
-         Mendengarkan
-         memperhatikan
2.
15 menit
Pelaksanaan
-         menjelaskan pengertian pemeriksaan kehamilan
-         menjelaskan manfat pemeriksaan kehamilan
-         menjelaskan jadwal pemeriksaan kehamilan
-         menjelaskan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO
-         mendengarkan
-         mencermati
-         memperhatikan
-         menyimak
3.
10 menit
Penutup
-         memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya
-         melaksanakan evaluasi dengan memberikan pertanyaan
-         menyimpulkan materi bersama peserta
-         menutup acara dan mengucapkan salam
-         memberi pertanyaan
-         menjawab pertanyaan
-         memberi salam
-         menyimpulkan materi

1.      Evaluasi Strukur
a.         Peran dan fungsi mahasiswa sesuai dengan rencana
b.         Tempat, alat dan media sesuai dengan keperluan
c.         Peserta penyuluhan, mahasiswa, alat dan peserta yang tersedia sesuai dengan penyuluhan
d.        Peserta penyuluhan dan mahasiswa mengikuti acara penyuluhan sesuai dengan setting tempat yang direncanakan

2.      Proses Evaluasi
a.       Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana
b.      90% peserta hadir mengikuti kegiatan penyuluhan
c.       Berlangsung dalam hal Tanya jawab dan diskusi bersama

3.      Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan:
-          75% peserta mampu menyebutkan definisi pemeriksaan kehamilan
-          75% peserta mampu menyebutkan manfaat pemeriksaan kehamilan
-          75% peserta mampu menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan
-          75% peserta mampu menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO







Materi (Terlampir)

MATERI
PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN

1.      DEFINISI PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang optimal.
2.      MANFAAT PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan kehamilan ini penting karena berguna dalam :
Ø  Mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu.
Ø  Memonitor kesehatan ibu dan janin supaya persalinannya aman.
Ø  Agar tercapainya kesehatan bayi yang optimal.
Ø  Supaya ibu sehat setelah melahirkan
Ø  Mengurangi prematuritas dan kematian janin
Ø  Mendeteksi dan mengatasi dini komplikasi dan penyakit kehamilan yang mungkin dapat muncul misalnya :
·           Hipertensi dalam kehamilan
·           Diabetes dalam kehamilan
·           Anemia
·           Janin dengan berat badan rendah
·           Kehamilan anggur
·           Plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir)
·           Infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau infeksi saluran kemih dll



3.      JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan sebanyak 4 kali yaitu :
A.                Pemeriksaan kehamilan pertama yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 0-3 bulan. Memang biasanya ibu tidak menyadari kehamilan saat awal masa kehamilan, tetapi sangat diharapkan agar kunjungan pertama kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu. Pemeriksaan kehamilan ini cukup dilakukan sekali dan mungkin berlangsung 30-40 menit.

Pada pemeriksaan kehamilan trimester pertama kalinya anda akan diperiksa :
·           Riwayat kesehatan
·           Penentuan usia kehamilan sebenarnya.
·           Pemeriksaan fisik secara umum misalnya tekanan darah, berat badan dan pemeriksaan fisik lainnya.
·           Pemeriksaan dalam yaitu pemeriksaan vagina dan leher rahim anda.
·           Pemeriksaan laboratorium.
Bila terdapat kelainan atau komplikasi dalam pemeriksaan fisik dan laborarium maka sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Bila tidak terdapat kelainan maka pemeriksaan kehamilan tetap dapat dilakukan di bidan atau puskesmas.
B.     Pemeriksaan kehamilan kedua yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 4-6 bulan. Biasanya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu. Pemeriksaan ini mungkin berlangsung 20 menit saja.
Pemeriksaan yang akan dilakukan adalah :
·         Anamnesa.
·         Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin dan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pemeriksaan dalam bila pada kunjungan pertama tidak dilakukan.
·         Pemeriksaan laboratorium.

C.    Pemeriksaan kehamilan ketiga yang dilakukan saat usia kehamilan mencapai 32 minggu. Pemeriksaan ini mungkin memakan waktu 20 menit dengan komposisi pemeriksaan hampir sama dengan pemeriksaan kedua yaitu :
·         Anamnesa. Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
·         Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (pemeriksaan kandungan melalui perut) dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
·         Pemeriksaan laboratorium.

D.    Pemeriksaan kehamilan keempat. Ini merupakan pemeriksaan kehamilan terakhir dan dilakukan pada usia kehamilan antara 32-36 minggu. Pada pemeriksaan ini akan dilakukan pemeriksaan :
o    Anamnesa. Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul, pergerakan janin, dan tanda kontraksi rahim.
o    Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (menentukan letak janin dalam kandungan),  dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
o    Pemeriksaan laboratorium. Urinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila kunjungan pertama anda dinyatakan anemia.
·           Saat pemeriksaan kehamilan keempat inilah anda akan mulai mendiskusikan pilihan persalinan yang aman sesuai dengan kondisi kehamilan.
4.      JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN MENURUT WHO
WHO sangat menyarankan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan setiap 4 minggu sekali dari saat pemeriksaan kehamilan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga waktunya melahirkan.
Atau jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO bisa dilakukan minimal 1 kali pada trimester 1 (14 minggu), 1 kali trimester 2 (14-28 minggu), dan 2 kali selama trimester 3 (28-36 minggu dan > 36 minggu).



5.     Standar 10 T Pelayanan Antenatal Care
Standar 10 T Pelayanan Antenatal Care terdiri dari :
1.     Timbang berat badan dan ukur berat badan
2.     Pemeriksaan tekanan darah
3.     Nilai status gizi (ukur lengan lingkar atas)
4.     Pemeriksaan puncak rahim  Tinggi Fundus Uteri)
5.     Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
6.     Imunisasi tetanus toksoid (TT)
7.     Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
8.     Test laboratorium rutin dan khusus
9.     Tatalaksana Kasus
10.            Temu wicara (konseling), termasuk perencanaan persalinan dan Pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan