SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA KUNJUNGAN KEHAMILAN
Diajukan,
untuk memenuhi salah satu tugas Komunikasi
dalam praktik kebidanan
Pembimbing : Dewi Hanifah M.Keb
Penyusun : Ayusandra Rahmadhani
NIM : 32722401D15008
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KOTA SUKABUMI
2015-2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok
bahasan : Pentingnya Kunjungan Kehamilan
Sasaran : Masyarakat
pra nikah dan masa kehamilan
Hari/tanggal :
Jum’at , 13 Mei 2016
Waktu Pertemuan : 30
Menit
Tempat : Ruang
1B D3 Kebidanan
Pemberi Materi
: Ayusandra Rahmadhani
A.
Latar
Belakang
Kematian ibu merupakan masalah besar bagi negara
berkembang tentunya dinega Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih
minim dan memerlukan
perbaikan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu.Pengawasan
antenatal atau yang sering disebut pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk
menyiapkan baik fisik maupun mental ibu di dalam masa kehamilan dan kelahiran
serta menemukan kelainan dalam kehamilan dalam waktu dini sehingga dapat
diobati secepatnya. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat
menurunkan angka kecacatan dan kematian baik ibu maupun janin.
Oleh
karena itu pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil merupakan hal yang
sangat penting selain sebagai deteksi dini keadaan janin dan ibu juga, guna
sebagai upaya untuk meminimalisir kematiann bayi yang diakibatkan oleh kurang
aktifnya ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
B. Tujuan
1. Tujuan
Umum
Setelah penyuluhan ini diharapkan peserta dapat memahami
tentang pentingnya pemeriksaan pada ibu hamil.
2. Tujuan
Khusus
Setelah
mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu:
1. Menyebutkan pemeriksaan kehamilan
2. Menyebutkan manfaat pemeriksaan kehamilan
3. Menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan
4. Menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik atau Judul Kegiatan
:
Penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan/
ANC
2. Sasaran atau Target
:
Mahasiswa
1B D3 Kebidanan
3. Metode :
- Presentasi
- Tanya jawab
4. Media dan Alat Bantu Penyuluhan
- plifchart
/ poster
- Leaflet
5. Waktu dan Tempat
- Waktu
: Pukul 08.00 – selesai
- Tempat
: Kampus 1 Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Kota Sukabumi
6. Pengorganisasian
- Pembimbing
Lapangan : Dewi Hanifah M. Keb
- Penyuluh
: Ayusandra Rahmadhani
Pengorganisasian dan fungsi uraian tugas:
Penyuluh, berperan sebagai:
- Memperkenalkan diri
- Mengontrak waktu
- Menjelaskan tujuan penyuluhan
- Membacakan
isi penyuluhan
- Menjawab
pertanyaan audiens saat proses penyuluhan
- Mengevaluasi audiens berdasarkan
pokok pembahasan yang telah diberikan
Kegiatan Penyuluhan
No
|
Waktu
|
Kegiatan
Mahasiswa
|
Kegiatan
Audiens
|
1.
|
5 menit
|
Pembukaan
-
Mengucapkan salam
-
Memperkenalkan diri
-
Menjelaskan tujuan penyuluhan
-
Kontrak waktu
|
-
Menjawab salam
-
Mendengarkan
-
memperhatikan
|
2.
|
15 menit
|
Pelaksanaan
-
menjelaskan pengertian pemeriksaan kehamilan
-
menjelaskan manfat pemeriksaan kehamilan
-
menjelaskan jadwal pemeriksaan kehamilan
-
menjelaskan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut
WHO
|
-
mendengarkan
-
mencermati
-
memperhatikan
-
menyimak
|
3.
|
10 menit
|
Penutup
-
memberikan kesempatan kepada peserta untuk
bertanya
-
melaksanakan evaluasi dengan memberikan pertanyaan
-
menyimpulkan materi bersama peserta
-
menutup acara dan mengucapkan salam
|
-
memberi pertanyaan
-
menjawab pertanyaan
-
memberi salam
-
menyimpulkan materi
|
1. Evaluasi Strukur
a. Peran
dan fungsi mahasiswa sesuai dengan rencana
b. Tempat,
alat dan media sesuai dengan keperluan
c. Peserta
penyuluhan, mahasiswa, alat dan peserta yang tersedia sesuai dengan penyuluhan
d. Peserta
penyuluhan dan mahasiswa mengikuti acara penyuluhan sesuai dengan setting
tempat yang direncanakan
2. Proses Evaluasi
a. Pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana
b. 90% peserta hadir
mengikuti kegiatan penyuluhan
c. Berlangsung
dalam hal Tanya jawab dan diskusi bersama
3. Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan:
- 75%
peserta mampu menyebutkan definisi pemeriksaan kehamilan
- 75%
peserta mampu menyebutkan manfaat pemeriksaan kehamilan
- 75%
peserta mampu menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan
- 75%
peserta mampu menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO
Materi (Terlampir)
MATERI
PENTINGNYA
PEMERIKSAAN KEHAMILAN
1. DEFINISI PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang
dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk
memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal.
2. MANFAAT PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan
kehamilan ini penting karena berguna dalam :
Ø Mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu.
Ø Memonitor kesehatan ibu dan janin supaya persalinannya
aman.
Ø Agar tercapainya kesehatan bayi yang optimal.
Ø Supaya
ibu sehat setelah melahirkan
Ø Mengurangi
prematuritas dan kematian janin
Ø Mendeteksi dan mengatasi dini komplikasi dan penyakit
kehamilan yang mungkin dapat muncul misalnya :
· Hipertensi dalam kehamilan
· Diabetes dalam kehamilan
· Anemia
· Janin dengan berat badan rendah
· Kehamilan anggur
· Plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir)
· Infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau infeksi
saluran kemih dll
3. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Pemeriksaan
kehamilan minimal dilakukan sebanyak 4 kali yaitu :
A. Pemeriksaan kehamilan pertama yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara
0-3 bulan. Memang biasanya ibu tidak menyadari kehamilan saat awal masa
kehamilan, tetapi sangat diharapkan agar kunjungan pertama kehamilan
dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu. Pemeriksaan kehamilan ini
cukup dilakukan sekali dan mungkin berlangsung 30-40 menit.
Pada
pemeriksaan kehamilan trimester pertama kalinya anda akan diperiksa :
· Riwayat kesehatan
· Penentuan usia kehamilan sebenarnya.
· Pemeriksaan fisik secara umum misalnya tekanan darah,
berat badan dan pemeriksaan fisik lainnya.
· Pemeriksaan dalam yaitu pemeriksaan vagina dan leher
rahim anda.
· Pemeriksaan laboratorium.
Bila
terdapat kelainan atau komplikasi dalam pemeriksaan fisik dan laborarium maka
sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Bila tidak terdapat kelainan
maka pemeriksaan kehamilan tetap dapat dilakukan di bidan atau puskesmas.
B. Pemeriksaan kehamilan kedua yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara
4-6 bulan. Biasanya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia
kehamilan mencapai 26 minggu. Pemeriksaan ini mungkin berlangsung 20
menit saja.
Pemeriksaan
yang akan dilakukan adalah :
· Anamnesa.
· Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat
badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin dan pemeriksaan
fisik menyeluruh serta pemeriksaan dalam bila pada kunjungan pertama tidak
dilakukan.
· Pemeriksaan laboratorium.
C. Pemeriksaan kehamilan ketiga yang dilakukan saat usia
kehamilan mencapai 32 minggu.
Pemeriksaan ini mungkin memakan waktu 20 menit dengan komposisi pemeriksaan
hampir sama dengan pemeriksaan kedua yaitu :
· Anamnesa. Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama
kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
· Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat
badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan
Leopold (pemeriksaan kandungan melalui perut) dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
· Pemeriksaan laboratorium.
D. Pemeriksaan kehamilan keempat. Ini merupakan pemeriksaan kehamilan terakhir
dan dilakukan pada usia kehamilan antara 32-36 minggu. Pada
pemeriksaan ini akan dilakukan pemeriksaan :
o Anamnesa. Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama
kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul, pergerakan janin, dan tanda kontraksi
rahim.
o Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, berat
badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan
Leopold (menentukan letak janin dalam kandungan), dan pemeriksaan fisik
menyeluruh.
o Pemeriksaan laboratorium. Urinalisis, cek protein dalam
urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila
kunjungan pertama anda dinyatakan anemia.
· Saat pemeriksaan kehamilan keempat inilah anda akan mulai
mendiskusikan pilihan persalinan yang aman sesuai dengan kondisi kehamilan.
4. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN MENURUT WHO
WHO sangat menyarankan agar ibu hamil melakukan
pemeriksaan kehamilan setiap 4 minggu sekali dari saat pemeriksaan kehamilan
pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali dari usia
kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36
minggu hingga waktunya melahirkan.
Atau
jadwal pemeriksaan kehamilan menurut WHO bisa dilakukan minimal 1 kali pada
trimester 1 (14 minggu), 1 kali trimester 2 (14-28 minggu), dan 2 kali selama
trimester 3 (28-36 minggu dan > 36 minggu).
5. Standar
10 T Pelayanan Antenatal Care
Standar 10 T Pelayanan Antenatal Care terdiri dari :
1. Timbang berat badan dan ukur berat badan
2. Pemeriksaan tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur lengan lingkar atas)
4. Pemeriksaan puncak rahim Tinggi Fundus Uteri)
5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung
janin (DJJ)
6. Imunisasi tetanus toksoid (TT)
7. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet
selama kehamilan
8. Test laboratorium rutin dan khusus
9. Tatalaksana Kasus
10.
Temu
wicara (konseling), termasuk perencanaan persalinan dan Pencegahan komplikasi
(P4K) serta KB pasca persalinan